Seperti Apa Sekolah Era ‘New Normal’ di Korea Selatan?

Saat ini kita sedang menjalani masa-masa yang luar biasa. Penuh tantangan dan juga ketidakpastian. Mau tidak mau kita harus menghadapi dan beradaptasi dengan berbagai perubahan. Baik dalam kehidupan sehari-hari, bekerja, belajar, bahkan dalam kehidupan sosial dan beragama,

Kita tidak tahu kapan keadaan ini akan berakhir. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap orang dewasa, namun juga anak-anak. Kegiatan belajar yang biasa dilakukan di sekolah, kini harus dilakukan dirumah. Pergaulan dibatasi dengan pembatasan tatap muka dan social distancing.

New Normal

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar istilah ini new normal. Apa itu sebenarnya new normal?

Newnormal adalah perubahan dalam budaya dan sosial. Masyarakat tetap menjalani aktivitas hidup sehari-hari seperti biasanya namun tetap menerapkan protokol kesehatan. New normal ini akan terus berlangsung hingga ditemukannya vaksin atau obat COVID-19.

Aktivitas bekerja dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, mengurangi gathering atau kontak fisik dengan staff lainnya, dan meningkatkan online meeting.

Kegiatan belajar-mengajar di sekolah juga menerapkan newnormal ini.

Di berbagai negara, sekolah-sekolah sudah kembali dibuka. Hal ini tentunya dengan mempertimbangkan jumlah pertambahan kasus COVID-19 di negara tersebut. Tidak terkecuali di Korea Selatan.

Dibukanya kembali sekolah setelah beberapa bulan tutup, masih menyisakan perasaan khawatir bagi orang tua, murid maupun guru dan staff di sekolah. Apa yang kita bisa lakukan agar adaptasi new normal ini menjadi lebih mudah?

Memulai New Normal

Kesibukan setiap pagi selama satu minggu ini berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Biasanya setelah bangun tidur, mandi, dan selanjutnya bersiap-siap didepan laptop untuk absen, dan teleconference via zoom bersama guru-guru dan teman-temannya.

Ruang kelas sekolah di korea selatan
Ruangan kelas ‘New Normal’ di sebuah SD di Korea Selatan, setiap bangku dipasang partisi

Setelah 1,5 bulan libur kenaikan kelas ditambah 3 bulan school from home atau sekolah di rumah. Minggu kemarin anak-anak sudah kembali ke sekolah. Tentunya banyak perbedaan antara before dan after coronavirus

Korea Selatan terkena dampak coronavirus sekitar akhir Februari lalu. Hingga saat ini tercatat sekitar 12 535 kasus positif dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 281 orang.

Tahun ajaran baru di Korea Selatan dimulai sekitar awal Maret, sehingga kasus Corona virus ini merebak ketika musim liburan sekolah dan liburan musim dingin.

Dengan melihat perkembangan penyebaran Coronavirus, pemerintah Korea Selatan sempat menangguhkan dimulainya tahun ajaran baru hingga beberapa kali. Sebelum akhirnya memutuskan kegiatan sekolah dimulai kembali awal Juni.

Walaupun demikian, pihak sekolah tetap memberikan kebebasan bagi orang tua untuk memilih. Apakah si anak akan kembali ke sekolah atau melanjutkan sekolah di rumah.

Beberapa minggu sebelum sekolah dimulai, pihak sekolah mengadakan survei online untuk orang tua murid. Survei ini untuk mengetahui berapa jumlah siswa yang akan kembali ke sekolah. Dan berapa yang tetap melanjutkan belajar di rumah.

Selain itu juga untuk menentukan apakah siswa akan makan siang di sekolah atau di rumah. Semua sekolah di Korea Selatan menyediakan makan siang untuk murid-muridnya. Menu makan siang untuk satu bulan akan dibagikan setiap awal bulan.

Setiap siswa juga wajib untuk mengisi form kesehatan online setiap pagi yang mencatat suhu tubuh, riwayat traveling dan ada tidaknya gejala covid.

Dimulainya sekolah dilakukan secara bertahap mulai dari yang kelas 3 SMP dan 3 SMA, kemudian dilanjutkan ke grade dibawahnya. Sebagian siswa akan belajar minggu ini dan sebagian lagi akan belajar di minggu depannya. Begitu seterusnya sehingga ruang kelas tidak terlalu penuh dan mudah diatur.

Apa saja yang harus disiapkan?

Beberapa hari sebelum sekolah dimulai, guru kelas menginformasikan apa saja yang harus dipersiapkan dan juga mensosialisasikan aturan baru di sekolah. Setiap siswa wajib membawa masker, hand sanitizer dan botol minuman. Pihak sekolah juga menyediakan satu paket masker dan hand sanitizer setiap siswa.

Semua murid diharuskan memakai masker selama berada disekolah kecuali saat makan siang. Antrian untuk makan siang juga menerapkan physical distance. Setiap murid harus berdiri jarak 1 meter satu dengan lainnya.

Begitu juga dengan posisi duduk di kelas maupun di kantin sekolah. Setiap siswa duduk pada bangku yang sudah bernomor yang sudah disiapkan. Setiap bangku dilengkapi dengan partisi.

Berangkat sekolah, masker tidak boleh ketinggalan

Tentunya banyak hal yang berbeda dari keadaan sebelum COVID-19. Misalnya, saat dulu memakai masker hanya pada saat tertentu saja seperti saat batuk atau pilek, tetapi saat ini masker adalah keharusan, sakit atau tidak.

Seperti Apa Sekolah New Normal di Korea Selatan?

Hasil interview dengan si bocah, inilah beberapa newnormal yang berlaku di sekolah:

  1. Setiap siswa dan guru diharuskan memakai masker selama berada di sekolah, kecuali pada saat makan siang
  2. Antrian makan siang harus berjarak 1 meter antara satu dengan lainnya, jarak ditandai dengan stiker
  3. Tidak ada jam bermain, setelah makan siang, semua siswa kembali ke kelas
  4. One at a time saat perlu ke rest room.
  5. Siswa diharuskan membawa botol minuman sendiri, karena sekolah tidak lagi menyediakan water dispenser
  6. Mengecek suhu tubuh secara reguler sebanyak dua kali, setiap pagi sesampainya di sekolah dan sebelum makan siang.
  7. Siswa tidak lagi berpindah ruangan, misalnya saat pelajaran musik, biasanya mereka pergi ke ruang musik, saat ini semua pelajaran dilakukan di dalam kelas. Guru bidang studi tersebut datang ke kelas.
  8. Tidak ada kegiatan after school class atau extra curricular

Pada minggu pertama sekolah, anak-anak sempat mengeluh, school not fun, tidak ada waktu bermain, harus memakai masker sepanjang hari, mereka tidak bebas bermain dan ngobrol dengan teman-temannya. Namun di minggu-minggu berikutnya mereka sudah terbiasa.

Tidak bisa dipungkiri kalau pandemi ini telah merubah banyak tatanan dalam kehidupan kita. Beberapa adalah perubahan yang positif seperti kesadaran akan hidup bersih dan sehat.

Menjalankan new normal di sekolah merupakan suatu proses adaptasi. Yang seringkali tidak mudah dan tidak menyenangkan karena harus mengikuti berbagai aturan baru, namun kita juga harus ingat bahwa anak-anak mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi.

Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak untuk beradaptasi, mengurangi kecemasannya dan mempersiapkan mereka dengan kehidupan new normal. Sudah siapkah kita?

Spread the love

1 thought on “Seperti Apa Sekolah Era ‘New Normal’ di Korea Selatan?”

  1. Pingback: 7 Situs Edukatif dan Membaca Online Gratis untuk Anak-anak - Evadins

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *